Friday, 17 August 2018

For My Fiance

Langkah ku semakin semakin berat
Jalan menyusuri Di kehidupan nyata ini
Jantung berdegup terus menerus
Seakan gendang bedug yang di tabuh
Menyambut hari raya
Setelah tiga puluh hari berpuasa penuh pengorbanan
Gembira yang tak tergambarkan seperti yang dirasakan anak seusia dini mendapatkan THR melimpah ruah

Terus terniang ditelinga, pesan atuk
"Belum halal, jangan mondar mandir berdua"
Begitulah pesanya
Terbesit dihati ingin pergi sejauh mungkin
Hingga tak seorangpun yang mengenali wajah ini menemukanya
Sampai tiba waktu aku bisa megang tangan mungil yang baru saja di pasangkan cincin emas 24 karat
Segeralah berikan jawaban
Agar aku tak dihantui hasrat

Sebelum pulang,  satu kata yang menghujam seakan tertusuk seribu duri
Bukan perihal suka atau tidak suka
Namun kembali aku disadarkan
Ada tanggung jawab yang begitu besar menanti di depan sana,
Sampai kapan aku bisa bersilat lidah
Memainkan alasan
Membela diri untuk terlihat baik
Terasa seperti badut yang menghibur orang lain dengan kebodohanku sendiri

"Nak, perkerjaan tidak sulit untuk dicari"
Kata yang sederhana dari mak wo
 namum Disatu sisi aku sadar
Bukan hanya materi dunia
Tapi bekal akhirat juga

Wanitaku kini aku sadar
Tidak mudah untuk mengemban tanggung jawab ini
Cukup percayalah padaku
Aku akan berusaha
Menjadi imammu yang baik kelak.

Dumai
Sabtu,  18-8-2818


No comments:

Post a Comment