Friday, 17 August 2018
Cuman cerita biasa
Tinggalkan cerita tentang pembakaran lahan
Karna itu sudah biasa oleh rakyat
Tinggalkan cerita tentang penebangan hutan liar
Karna itu sudah menjadi rahasia pejabat
Tinggalkan cerita laut, sungai, parit, bahkan hingga septi tank yang tercemari oleh bahan bahan kimia
Karna kita juga bisa hidup berdampingan
Tinggalkan kisah dimana lahan konservasi dijadikan perkebunan
Karna itu cerita lama bagi pak haji
Yah semua itu sudah biasa bagi kami yang tinggal diperkampungan
Apalagi cerite tentang janji para pejabat untuk memberikan air bersih yang merata,
Penutupan tempat maksiat, pemberdayaan tenaga kerja lokal, kesempatan ukm kecil di desa, pelatihan bercocok tanam, bantuin ini itu dan sejenisnya,
Sudahlah, kami sudah kenyang mendengar kalian teriak teriak, mondar mandir, tunggang langgang, habis habisan berkorban jiwa dan raga bahkan harta yang tak seberapa terhitung jumlahnya
Bunuh saja lah binatang yang mengganggu
Usir mereka ke tengah hutan tandus
Biarkan mereka masuk kelahan lahan perkebunan
Mereka juga bisa berevolusi
Biarkan harimau makan sawit
Gajah makan nasi
Tikus makan orang
Babi makan rumput
Manusia makan kancil
Biar otaknya seperti kancil
kalau perlu manusia yang mengganggu juga singkirkan
Tapi secara perlahan
Tidak bisa anda menggunakan senapan
Apalagi pakai semprotan
Itu hanya untuk rerumputan
Boleh juga kalau pake rotan
Itu pun kalau masih ada
Apa kalian tidak letih
Membela kami
Padahal kami memberi asap
Meracuni paru paru
Menyirami bara bara api ditubuh kami yg tersembunyi di bawah tanah
Sebut saja gambut
Pulanglah
Beri waktu untuk anak istrimu
Bahagiakan mereka
Mereka juga butuh bernafas
Mereka juga butuh aman
Mereka juga butuh mandi
Mereka juga butuh uangmu
Berhentilah menjadi pahlawan.
Kalau gak bisa benar benar sanggup melawan
Sssttt jangan ceritakan kepada anak kecil ya, cukup kita aja yg tau
Dumai, 01-08-2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment