Ribuan cahaya temaram
Jauh diatas roda-roda jalanan
Bagai kunang-kunang pulang pada jalur
Hilang jingga di pelupuk barat
Diiringi lantunan surga
Seorang pria berjalan memetikan zippo
Dan sebatang rokok ditangan
Lalu tanpa sepatah kata ia hilang
Masih disini tunggu asa tak kunjung datang
Panggilan tuhan mungkin terakhir kali
Burung kecil datang karna ia taat
Seperti seorang tersesat
Duduk termenung disimpang jalan menuju
malam
Mahkota jiwa menerawang di jalan raya
Wahai engkau sang penguasa hati
Waktumu terlalu singkat
Jembatan malam,
pekanbaru
28 februari 2015
No comments:
Post a Comment